SEJARAH PDAM TIRTA KEPRI CABANG KIJANG

BUDAYA BERSIH DAN MELAYANI

HUBUNGI KAMI

Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Tirta Janggi cabang Kijang, merupakan satu-satunya badan usaha milik daerah yang berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat terhadap kebutuhan akan air minum. Pada hakekatnya keberadaan PDAM Kijang bertujuan untuk menyediakan air minum bagi kebutuhan penduduk dengan kualitas dan kuantitas yang memadai secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. PDAM Kijang pada mulanya merupakan cabang dari PDAM Tanjung Uban Bintan Utara, namun seiring dengan perkembangan pemerintahan dan perkembangan yang terjadi di PDAM Tirta Janggi Tanjungpinang maka pengelolaan PDAM cabang Kijang di alihkan ke PDAM Tanjungpinang.

Pada awalnya PDAM cabang Kijang dalam memenuhi pangsa konsumen di Kijang, hanya mengandalkan sumber air yang ada di gunung lengkuas dengan jarak + 2 km dari jalan raya dan + 4 km dari pemukiman masyarakat. Akan tetapi dengan pesatnya pembangunan di Kijang yang diikuti dengan meningkatnya permintaan masyarakat pelanggan akan air minum, maka untuk merespon hal tersebut pada tahun 2000 PDAM cabang Kijang mendapat bantuan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) lengkap 5 liter/detik di Kolong Enam dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau.

PDAM cabang Kijang sudah mempunyai Sistem Penyediaan Air Bersih yang diawali dengan pembangunan Sisitem IPA pada Tahun 1993 yang terletak di gunung Lengkuas, dengan kapasitas + 5 ltr/dtk yang meliputi bak penampung air, pipa transmisi dan jaringan pipa distribusi kemudian dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan air minum, maka pada tahun 2000 Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Riau melakukan penambahan kapasitas system sebesar 5 lt/dtk ( 2 unit ) yang meliputi bangunan Instalasi Pengolahan Air ( IPA ), pipa transmisi dan bak penampung reservoir yang terletak di bukit pemancar TVRI. Dan ditahun 2008 pemerintah kabupaten Bintan melakukan penambahan kapasitas sebesar 20 lt/dtk beserta Bak penampung, mengingat kapasitas 5 lt/dtk sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan akan Air kepada masyarakat.